Category: Informasi

Persiapan Kucing Melahirkan
Persiapan Kucing Melahirkan

Setelah mengandung selama kurang lebih 2 bulan, kucing kesayangan kita akan menuju proses dan tahap selanjutnya yang ditunggu-tunggu oleh para cat lovers sekalian, yaitu kucing akan melahirkan. Nah kita sebagai pemilik sebaiknya tahu cara untuk menangani kucing yang akan melahirkan.

Ketika sampai pada akhir periode masa kebuntingan (kehamilan) pada kucing, kita sebagai owner atau pemilik, harus dapat dengan sigapuntuk mempersiapkan segala sesuatunya menjelang masa kelahiran.

Kucing yang akan melahirkan umumnya akan menunjukkan tanda-tanda (gejala) :

  • Yang paling mudah dikenali adalah Berisik
  • Menggaruk-garuk alas atau tempat pembuangan kotoran.
  • Mencari tempat tersembunyi untuk melahirkan anaknya sekaligus agar anak-anaknya aman dari kucing lain.
  • Nafsu makannya berkurang.

Jika kucing kita yang sedang hamil sudah menunjukkan gejala seperti itu, sebaiknya kita harus meningkatkan pengawasan terhadap kucing tersebut. Cara yang paling mudah adalah dengan memasukkan kucing tersebut ke dalam kandang sehingga pengawasan dan penanganannya lebih mudah dan cepat.
Persiapan sebelum partus (melahirkan) antara lain :

Sediakanlah kandang/tempat yang nyaman dan hangat.

Cara Menangani Kucing Melahirkan

Fasilitas berupa box kardus yang cukup luas, lalu diisi dengan handuk atau alas serta mungkin serpihan koran , maka hal ini sudah bisa dikatakan cukup memadai. Lalu tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi dengan baik. jadwalkanlah kalo tempat ini telah tersedia minimal 1-2 minggu sebelum waktunya melahirkan. Tempatkan kucing tersebut pada kandang itu minimal 7-12 hari sebelum melahirkan. Supaya kucing terbiasa sampai dia melahirkan.

Gunakan box litter yang tidak mudah menggumpal.

Ada kasus dimana kadang kala kucing akan memilih untuk melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menempel di tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.

Jauhkanlah dari kucing-kucing lain.

Jika anda telah mempunyai banyak kucing persia atau anggora yang lain, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama. Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.

Siapkan persediaan makanan yang cukup.

Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.

Cek dokter hewan terdekat.

Segera anda menyiapkan catatan alamat dan nomor telepon beberapa klinik atau dokter hewan terdekat. Hubungi dan cari informasi dokter hewan/klinik yang buka 24 jam sebagai persiapan bila ada kasus emergency.

Menemukan Kembali Kucing Anda Yang Hilang
Menemukan Kembali Kucing Anda Yang Hilang
Kucing kabur dari rumah merupakan sebuah tragedi yang sudah umum terjadi, mengingat kucing bukanlah hewan yang dipelihara dengan cara diikat lehernya. Namun akan berbeda ceritanya jika kucing yang kabur adalah kucing yang dipelihara di dalam rumah terus dari kecil.
Nah, berkaitan dengan masalah tersebut, kucinggue punya Tips tentang 14 cara menemukan kucing yang kabur dari rumah. Dengan catatan kucing tersebut memang benar-benar kabur bukan hilang diculik loh!!!
  • Ketika kucing anda menghilang, jangan sekali-kali berpikir dia akan kembali dengan sendirinya. Kucing yang dari kecil dipelihara di dalam rumah, ketika berada di luar rumah yang cukup jauh dan tidak kembali, adalah kucing yang tersesat. Dia hilang, karena tidak tahu jalan pulang. So, segera cari, jangan tunda-tunda lagi. Jangan tunggu sampai dia semakin menjauh tersesat.
  • Pasang iklan kucing hilang di koran lokal segera. Ini adalah cara paling malas dan mudah yang bisa anda lakukan. Di sekitar kita masih banyak orang baik dan perduli dengan kesusahan orang lain kok. Nggak semuanya egois.
  • Selain nomor telepon, pada iklan koran tersebut tuliskan pula di area mana anda tinggal dan dimana kira-kira kucing anda menghilang. Namun jangan tuliskan alamat lengkap rumah anda. Biarkan orang yang menemukan kucing anda menelepon anda terlebih dahulu.
  • Jam-jam kucing keluyuran adalah sekitar 9 malam hingga 5 pagi. Carilah pada jam-jam tersebut. Biasanya kucing akan berada di dekat tempat sampah untuk mencari sisa-sisa makanan, atau berada di luar rumah makan yang dekat dengan rumah anda. Atau anda juga bisa memeriksa sekitaran dinding luar rumah anda, dan bawah mobil anda.
  • Ketika anda sudah berhasil menemukan kucing anda, jangan buru-buru mendekatinya dan menangkapnya. Duduklah dengan tenang, panggil namanya, kalau bisa sambil memberikan makanan. Biarkan si kucing datang kepada anda dengan sendirinya. Jika anda langsung mengejarnya, bisa-bisa dia akan langsung kabur, karena berpikir anda marah kepadanya.
  • Membuatkan kotak tidur kucing dan meletakkannya di tempat tenang seperti di garasi atau di area gelap dan tenang di sekitaran rumah adalah ide yang bagus juga. Anda juga bisa meletakkan mainan atau seilmut kesayangan si kucing besertanya untuk menciptakan bau yang familiar bagi kucing anda yang ‘kebur’. Jika kucing anda belum jauh dari rumah, kemungkinan besar dia akan mengenali aroma tersebut.
  • Kucing yang kabur cenderung tidak akan menyeberang jalan utama yang ramai, bahkan ketika jalan tersebut sudah sepi sekalipun. So, carilah si kucing pada sisi jalan yang tidak menyeberang.
  • Waktu yang tepat untuk mencari kucing yang hilang adalah di malam hari. Karena kucing cenderung bersembunyi dan menghindari tempat yang ramai di siang hari.
  • Kucing bukanlah petualang yang jauh. Apalagi kucing rumahan. So, carilah di dekat-dekat rumah anda terlebih dahulu dengan teliti. Kira-kira sejarak 4-5 rumah di sekeliling rumah anda lah.
  • Jika anda yakin kucing anda hilang karena tersesat, anda bisa meninggalkan barang-barang yang memiliki aroma anda, di sepanjang jalan atau di sekitaran rumah. Semoga angin akan membawa aroma tersebut dan menuntun kucing anda pulang ke rumah.
  • Saat mencari kucing di malam hari, sebaiknya anda tidak menggunakan senter karena sinarnya terlalu lemah. Gunakanlah lampu sorot lalu sorotlah semak-semak di sekitaran rumah anda. Mungkin si kucing bersembunyi di sana.
  • Periksa beberapa tempat penampungan hewan di dekat anda tinggal. Barangkali kucing anda ditangkap petugas pengendali hewan karena dikira kucing liar. (Ini berlaku untuk negara-negara maju dan beberapa kota-kota besar.)
  • Jika anda tahu posisi kucing anda, tetapi si kucing tidak juga mau pulang ke rumah, mungkin perlu menggunakan perangkap semacam ‘kandang perangkap’ untuk menjebak kucing anda tersebut.
  • Yang terakhir adalah menyewa tenaga profesional. Namun opsi ini butuh dana tambahan yang tidak murah.
Catatan : Tips di atas hanya berlaku untuk kucing-kucing rumahan yang selalu berada di dalam rumah dan tinggal di daerah kota-kota besar. Untuk kucing-kucing yang terbiasa keluyuran di luar rumah dan yang tinggal di kota-kota kecil atau di pedesaan, tips di atas tidak akan berlaku. Karena kucing outdoor dan kucing kampung memiliki jangkauan keluyuran yang lebih luas dan keluar rumah bukan karena kabur atau tersesat, tetapi lebih karena memang suka jalan-jalan
Sayang pada Hewan Peliharaan? Pastikan 5 Hak Ini Terpenuhi
Sayang pada Hewan Peliharaan? Pastikan 5 Hak Ini Terpenuhi

Dear, sama halnya dengan manusia, hewan peliharaan juga memiliki hak-hak yang harus terpenuhi dan tidak boleh diabaikan oleh para pemiliknya. Hak-hak ini tak bisa dipandang sebelah mata demi memastikan bahwa hewan peliharaan masuk ke dalam kategori tersejahterakan. Nah, agar kamu tak melanggar hak-hak hewan yang kamu pelihara, sebagai pemilik, yuk ketahui beberapa hak hewan yang patut terpenuhi berikut:

1. Terbebas dari Kelaparan dan Kehausan

Seperti halnya kita, sebagai makhluk hidup, hewan juga membutuhkan makan dan minum. Sebenarnya, secara naluriah, semua hewan semestinya bisa memenuhi kebutuhan makan dan minum mereka dengan mencarinya sendiri. Namun, berhubung kita sudah memutuskan untuk memeliharanya maka tanggung jawab atas tersedianya makan dan minum ini jelas berpindah pada kita, Dear.

Karenanya, pastikan selalu bahwa kebutuhan makan dan minum hewan peliharaan selalu terjamin ya! Ingat, tidak menyediakan makan dan minum untuk hewan yang kamu pelihara sama saja menyiksanya, bukan memeliharanya.

2. Terbebas dari Beragam Penyebab Ketidaknyamanan

Tak hanya kita, hewan juga punya hak untuk terbebas dari segala hal yang membuatnya tak nyaman. Seperti halnya poin sebelumnya, hak ini sebenarnya juga bisa mereka upayakan sendiri lho. Namun sekali lagi, hak ini kemudian menjadi tanggung jawab kita karena keputusan ita untuk memelihara mereka.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk memastikan hewan peliharaan terpenuhi haknya untuk poin yang satu ini adalah dengan memberikan kandang yang nyaman dan sesuai kebutuhan si manis, plus tidak memberinya terlalu banyak aksesori.

3. Bebas Berekspresi sesuai Kodratnya

Eskpresi dalam hal ini berarti memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sesuai kodrat alaminya. Bersuara, bergerak, dan berkembang biak misalnya.

Tak hanya itu, untuk hewan-hewan seperti anjing, kucing, dan sugar glider misalnya, bebas berekspresi juga termasuk bebas bermain sesuai dengan kegiatan kesukaannya.

4. Bebas dari Kesakitan dan Penyakit

Memelihara hewan berarti secara langsung membuat kita harus bertanggung jawab juga terhadap kesehatannya dan memastikan bahwa peliharaan bebas dari rasa sakit dan penyakit.

Inilah mengapa, membawa peliharaan ke dokter hewan untuk mengobati atau sekadar memeriksakan kesehatan peliharaan penting dilakukan setidaknya sebulan sekali.

5. Bebas dari Stress

Dalam memperlakukan hewan, perhatikan juga karakteristik dan perilaku sesuai insting alami mereka. Jika hewan tersebut biasa berkelompok di alam bebas misalnya, rawatlah lebih dari 1 ekor agar mereka tetap bisa menjalankan hisup sesuai insting alaminya. Begitupun sebaliknya.

Hal ini penting untuk menghindarkan mereka dari rasa stres berlebih akibat jet lag yan terlalu terasa dari kehidupannya di alam bebas dan kehidupannya di bawah pemeliharaanmu.

Cara Merawat Hewan Peliharaan Di Musim Hujan
Cara Merawat Hewan Peliharaan Di Musim Hujan

Musim hujan sudah tiba dan sama halnya dengan musim kemarau, kamu perlu tahu cara merawat hewan peliharaan dengan benar supaya hewan kesayanganmu bisa tetap nyaman walau cuaca sedang buruk.

  1. Tips Untuk Anjing dan Kucing

Daya penciuman anjing akan jauh melemah saat suhu menurun, selalu ingat untuk membawanya keluar lengkap dengan tali karena ia bisa saja kaget dengan kilat ataupun petir dan lari menjauh.

merawat-hewan-peliharaan-1

  • Jaga Mereka di Dalam Rumah

Walaupun mereka mungkin lebih suka berada di luar ruangan, membiarkannya di luar rumah saat hujan bukanlah ide terbaik. Kalau kamu mau mengajaknya berolahraga atau beraktivitas, lebih baik lakukanlah didalam ruangan dimana hewan peliharaanmu akan tetap aman dan bebas dari gangguan.

  • No Grooming

Hindari memangkas bulunya saat musim hujan tiba, bulu adalah pertahanan alami mereka untuk menahan hawa dingin. Kalau memang ada kebutuhan atau kepentingan khusus, lebih baik kamu konsultasikan dulu kepada dokter hewan ya.

  • Beri Selimut

Jangan ragu untuk memberinya selimut saat kamu merasa anjing ataupun kucingmu mulai kedinginan. Jauhkan dari lantai ataupun tembok karena ia bisa saja kedinginan tanpa kamu sadari.

merawat-hewan-peliharaan-2

  1. Menjaga Kelinci Tersayang

Satu hal yang pasti, kamu perlu memindahkan kandangnya ke area yang kering dan hangat. Saat kandang kelinci menjadi lembab ataupun dingin, kesehatan kelinci akan dengan cepat menurun. Jangan lupa untuk melapisi kandangnya supaya terasa hangat dan juga nyaman saat ditinggali.

  1. Menjaga Burung Peliharaan

Jangan tempatkan kandang burungmu didekat kayu, pemanas ataupun gas LPG. Burung sangat sensitif terhadap jamur dan menghidup bebauan yang menyengat akan membuatnya kesulitan bernafas. Jangan lupa untuk melapisi sarang dengan kain supaya ia bisa mendapatkan kehangatan walau sedang hujan. Tapi ingat untuk menyisakan ruang untuk ventilasi ya.

Bagi hewan peliharaanmu, musim hujan bisa jadi jauh lebih berbahaya daripada musim kemarau. Apalagi kalau hewan peliharaanmu sudah berumur, dear. Selalu pastikan ia mendapat asupan makanan dan minuman yang cukup dan juga tempat tinggal yang nyaman dan hangat.

Seberapa Sering Anjing Perlu Mandi
Seberapa Sering Anjing Perlu Mandi

Seberapa sering anjing mandi,  pertanyaan ini sering sekali muncul oleh para pemilik anjing. Lalu seberapa sering anjing mandi, jawabannya adalah seberapa sering kita ingin memandikan anjing kita. Kecuali anjing kesayangan kita mempunyai masalah kulit serius, tidak ada kebutuhan khusus untuk memandikan anjing kecuali untuk membuatnya menjadi pendamping kita yang lebih menyenangkan.

Sama seperti manusia, beberapa anjing memiliki bau lebih cepat dan lebih menyengat dibanding yang lain. Tetapi ada anjing yang tidak pernah mandi sama sekali dalam hidup mereka dan tidak mempunyai bau yang tidak enak, namun anjing saya sendiri biasa mandi mingguan.

Anjing bisa dimandikan bila anjing memiliki kulit normal sebulan sekali dengan sampo anjing atau shampo bayi manusia. Bila kita ingin anjing  kesayangan kita mandi lebih sering dari itu, gunakan shampoo bebas sabun atau pelembab guna mencegah kulit dari menjadi kering. Bagi anda yang sibuk saat ini banyak jasa grooming hewan panggilan yang bisa kita gunakan untuk memandikan anjing kita secara menyeluruh.

Harus di ingat beberapa bagian anjing yang mesti di bersihkan saat di mandikan, selain seluruh tubuh, telinga juga wajib di bersihkan. Kuku anjing sebaiknya di potong saat di mandikan sebulan sekali, ini untuk mencegah infeksi karena anjing sering menggali tanah. Jika kita memang memiliki waktu luang, tidak ada salahnya memandikan anjing kita sesering mungkin.

Masalah Umum Pada Gigi Kucing
Masalah Umum Pada Gigi Kucing

Masalah gigi kucing kerap dikeluhkan para pehobies, kebanyakan dari kita berpikir tentang gingivitis pada kucing. Ini memang salah satu masalah, tetapi ada orang lain juga yang dengan perawatan gigi rajin namun masalah pada gigi kucing tetap saja terjadi.

Gingivitis pada Kucing:

Ini adalah apa yang kebanyakan orang sebutkan ketika mereka menyebutkan masalah pada gigi kucing. Sama seperti gingivitis pada manusia, hal ini ditandai dengan merah, gusi meradang. Mereka bahkan mungkin bengkak atau berdarah. Beberapa kucing lebih rentan terhadap radang gusi, namun hal ini tidak khusus berkembang pada kucing karena kucing apapun dapat menderita.

Seperti kita mungkin telah tahu, pengobatan terbaik adalah dengan menyikat gigi kucing kita. Ini tidak sesulit kedengarannya! Ada sikat gigi khusus, pasta gigi  banyak rasa, dan dapat menjadi ritual yang cepat (dan bahkan menyenangkan) setiap hari. Hal ini sangatlah penting untuk mengurus gingivitis pada kucing sebelum turun ke penyakit periodontal.

Pembersihan Lapisan Tar :

Saat kita membawa kucing kita untuk check-up tahunan, ia akan memeriksa gigi kucing kita. kucing kesayangan kita mungkin memiliki penumpukan tartar. Ini cukup umum, terutama karena sebagian besar pemilik hewan peliharaan tidak menyikat gigi hewan peliharaan mereka.

Ketika orang mengunjungi dokter gigi untuk pembersihan rutin mereka, setiap lapisan tar akan dibersihkan. Nah, kita dapat melakukan hal ini untuk hewan peliharaan kita. Kucing kita kemungkinan besar akan di anestesi, kemudian dokter hewan kita akan membersihkan gigi dan membuat ekstraksi jika diperlukan.

Lesi, Polip, Luka dan Tumor :
Berbagai masalah gigi kucing ini memang membutuhkan perhatian segera. Kadang-kadang mereka juga disebut sebagai gigi berlubang. Banyak penyakit gigi kucing ditemukan bersifat jinak (bukan kanker) ketika biopsi dilakukan. Dokter hewan kita akan menghilangkan lesi, polip atau tumor agar kucing kita merasa baik.

Ekstraksi juga sering dilakukan saat pengobatan. Penyebab umum adalah penyebaran gingivitis pada kucing (yang merupakan jenis infeksi). Untuk kucing dengan lesi, gigi berlubang, tumor atau polip, dokter hewan mungkin akan memutuskan untuk melakukan tes tertentu untuk menyingkirkan penyebab dan kondisi lain.

Pengobatan untuk bisul mulut bisa dilakukan dengan perawatan laser dan berbagai obat-obatan. Kadang-kadang pendekatan “mencoba dan melihat” diperlukan. Juga, dianjurkan beralih dari plastik ke piring stainless steel.

Masalah Ortodonti Feline:
Biasanya kita berbicara tentang kawat gigi pada manusia ketika kami menyebutkan masalah ortodontik, tapi ini juga salah satu masalah gigi kucing lagi! Meskipun langka di kucing ras Maine Coon, campuran dan kucing keturunan lain mungkin mengalami hal ini. Hal ini lebih sering terjadi pada kucing dengan rahang seperti Persia. Gigi bawah dapat menonjol, mungkin menjadi terlihat di luar mulut.

Tanda dan Gejala Masalah Pada Gigi kucing :

Kucing terkenal pandai menyembunyikan rasa sakit mereka (itu naluri sehingga mereka tidak dianggap sebagai lemah di alam liar). Kita mungkin akan melihat keengganan kucing kita untuk makan, air liur ekstra, atau kadang-kadang mengais-ngais di mulut. Beberapa kucing akan bertindak lapar, namun mereka tidak akan makan karena itu menyakitkan. Beberapa menolak makanan kering dan hanya akan makan makanan kaleng dan mereka kadang-kadang dianggap hanya menjadi pemakan rewel. Seringkali tidak ada tanda-tanda atau gejala selain masalah yang terlihat dalam mulut.

Masalah Gigi pada kucing bisa mempunyai efek bagi seluruh tubuh :
Jika gingivitis dibiarkan, dapat berkembang menjadi penyakit periodontal. Hal ini ditandai dengan kerusakan permanen pada gigi, akar dan rongganya. Infeksi dapat menggerogoti gigi dan memasuki aliran darah. bisa menimbulkan infeksi  organ seperti ginjal, paru-paru, hati, pankreas dan hati serta hampir semua organ dengan suplai darah. Infeksi dan radang daerah ini kadang-kadang ditelusuri kembali ke penyakit gigi. Semua alasan untuk menghindari masalah gigi kucing!

Dengan perhatian teratur, dan perawatan kucing yang tepat, masalah pada gigi kucing dapat di cek. Dan bahkan ketika masalah muncul, kita dapat melakukan perawatan terbaik. Pengobatan biasanya mudah dan sukses, banyak kucing mulai bertingkah seperti anak kucing lagi setelah mengalami masalah gigi.

References:

  • PetSmile.org. Retrieved February 22, 2013, from
  • http://www.petsmile.org/documents/feline_dentistry_guide.pdf
  • Manhattan Cat Specialists. Retrieved February 22, 2013, from
  • http://www.manhattancats.com/Articles/Severe%20Gingivitis-Stomatitis.html
  • http://www.maine-coon-cat-nation.com
Cara Merawat Kucing Yang Sedang Hamil
Cara Merawat Kucing Yang Sedang Hamil

Kucing merupakan hewan peliharaan yang tidak memiliki siklus reproduksi yang teratur seperti manusia maupun beberapa jenis hewan lain. Pada manusia, anjing, sapi maupun hewan lainnya memiliki siklus reproduksi yang terjadi secara periodik dan teratur. Masa kehamilan kucing bervariasi antara 59-70 hari, rata-rata 63-65 hari.

Dalam merawat kucing, ada banyak hal yang mesti kita ketahui. Terutama pada saat-saat istimewa seperti saat merawat anak kucing maupun saat merawat kucing yang sedang hamil. Kucing yang sedang hamil harus dirawat secara benar, kesalahan perawatan kucing hamil bisa berakibat berbahaya untuk keselamatan induk dan anak si kucing. Berikut ini cara merawat kucing yang sedang hamil.

1. Makanan yang Bergizi dan sehat
Makanan bergizi dan sehat tidak harus mahal. Namun makanan kucing yang tinggi protein, karena semakin banyak protein dalam makanan kucing maka semakin baik makanan kucing itu hingga bisa membuat kucing hamil menjadi lebih sehat. Kita bisa memberinya makanan buatan sendiri maupun makanan kucing instan, baik yang basah maupun yang kering. Yang pasti, teliti dahulu kandungan gizi dari makanan kucing tersebut. Terutama bila kita memilih makanan jadi, biasanya sudah ada daftar kandungan gizinya. Atau bisa juga membeli makanan khusus untuk kucing hamil.

2. Hentikan vaksinasi
Vaksin merupakan memasukan virus “jinak” ke dalam tubuh kucing. Karenanya sebaiknya kucing hamil tidak perlu divaksin, karena virus dapat membuat anak kucing yang masih di dalam kandungan induk akan mati, dan bisa menyebabkan induk kucing mengalami keguguran.

3. Hentikan obat cacing
Obat cacing juga sangat berbahaya bagi anak kucing yang masih berada dalam kandungan induknya.

4. Pisahkan dengan kucing jantan
Umumnya banyak yang tidak memikirkan hal ini dan berfikir bila kucing betina hamil, maka kucing betina ini tidak akan kawin lagi. Padahal banyak kucing betina yang sedang hamil namun tetap kawin lagi dengan kucing pejantan. Guna menghindari hal ini, pisahkan kucing betina yang sedang hamil dengan kucing jantan. Sebab bila kucing yang sedang hamil dikawinkan, maka si kucing betina dapat mengalami keguguran.

5. Hindari dimandikan
Pada kucing yang sedang hamil, hindari memandikannya. Sebab memandikan kucing yang sedang hamil dapat membuat kucing tersebut stress, dan dapat membuat kucing hamil terkena flu yang akhirnya bisa membuat kucing tersebut menjadi sakit.

6. Hangatkan kandang
Lebih hangatkan kandang atau tempat tidurnya, berilah lapisan kain tambahan supaya dia nyaman.

7. Jaga kebersihan
Sangat disarankan untuk menjaga kebersihan secara menyeluruh, baik itu grooming kucing tersebut, kandang/tempat tidur kucing maupun keseluruhan rumah kita pada umumnya. Hal ini untuk menghindari timbulnya kontaminasi bakteri dan jamur pada kucing kita, sebab umumnya lebih rentan dari biasanya.

Tentu saja kepedulian kita dalam merawat kucing yang sedang hamil adalah yang terpenting. Ajaklah kucing tersebut bermain bersama, namun jangan terlalu membuatnya lelah.

Mengatasi Binatang Peliharaan Bermasalah
Mengatasi Binatang Peliharaan Bermasalah

Memiliki binatang peliharaan bisa menjadi teman sekaligus penghibur bagi seluruh anggota keluarga. Tapi, terkadang peliharaan yang ada di rumah justru memberi masalah tambahan.

Berbagai masalah kadang ditemui oleh pemilik binatang peliharaan. Antara lain agresivitas tinggi, peliharaan yang tidak mau menurut, atau justru peliharaan yang takut pada banyak hal.

Ketika peliharaan yang dimiliki bermasalah, pemilik biasanya akan langsung senantiasa menyalahkan si binatang. Padahal, hal ini adalah tindakan yang tidak tepat.

Pakar sekaligus psikolog anjing, Cesar Millan mengungkapkan, prinsipnya binatang melihat manusia sebagai kumpulan energi. “Binatang seperti anjing, akan merefleksikan secara langsung energi apa yang ia lihat di dalam diri kita,” ujarnya dalam Cesar Millan Live Tour di Jakarta.

Menurutnya, ketika energi bersifat negatif, seketika itu pula anjing akan menunjukkannya dalam berbagai tindakan yang negatif pula. Mulai dari agresif, menyalak berlebihan, atau bertengkar dengan binatang peliharaan lainnya.

Untuk mengatasi masalah dengan binatang peliharaan, lanjut dia, salah satu hal utama yang harus dilakukan adalah membenahi diri sendiri. “Dengan mengenali dan mengendalikan perasaan di dalam diri sendiri, kita pasti akan bisa mengubah perilaku negatif binatang peliharaan,” tegas pria yang telah menjadi pakar perilaku anjing selama lebih dari 20 tahun itu.

Mengubah berbagai perasaan negatif yang ada di dalam diri, lanjut Cesar, bisa dimulai dengan mengenali perasaan yang dimiliki. Ketika menyadari mengeluarkan emosi negatif, seseorang bisa berusaha mengembalikan emosi dan energi ke arah yang lebih tenang dan positif.

Selama ini, Cesar Millan dikenal lewat serial Dog Whisperer yang tayang di saluran National Geographic. Serial ini telah memasuki musim yang kesembilan. Sepanjang kariernya, Cesar telah membantu ratusan klien yang bermasalah dengan binatang peliharaannya.

Tak tanggung-tanggung, deretan nama klien yang pernah Cesar bantu juga datang dari kaum jet set di Hollywood. Sebut saja, Scarlett Johannson, Gisele Bundchen, dan Charlize Theron.

Merawat Kitten
Merawat Kitten

bottle-fed-cute-kitten3Perawatan anak kucing berbeda dengan cara perawatan kucing dewasa. Kucing kecil atau kucing anakan membutuhkan ketlatenan dan juga kesabaran khusus. Namun buat anda yang suka akan kelucuan kuacing kecil, tidak perlu bingung. Pelihara saja bila memang anda suka. Tentu saja harus terlebih dahulu memahami kebiasaan dan cara memelihara kucing anakan. Berikut ini beberapa panduan yang bisa digunakan sebagai dasar memelihara kuing anakan.

1. Setelah kucing lahir, harus diberikan makanan yang alami, terutama susu dari induk kucing dalam waktu 10 sampai dengan 20 menit. Jangan lupa berikan makanan dan juga minuman bergizi untuk induknya.

2.Makanan padat diberikan pada anak kucing mulai usia 2 sd 3 minggu. Berikan tambahan susu khusus untuk kucing. Ketika kucing dalam masa pertumbuhan hindari pemberian susu sapi atau kambing, karena kandungan pada susu tersebut masih belum dapat tercerna pada sistem penernaan anak kucing.

3. sediakan 2 buah nampan untuk tempat kotoran anak kucing. Ganti nampan tersebut secara teratur pada siang hari. Anak kucing akan membiasakan membuang kotoran pada nampan tersebut sampai dengan umur 3 bulan

4. anak kucing dapat disapih mulai umur 8 minggu. Pada umur ini anak kucing harus dibiasakan makan makanan padat.

5. anak kucing harus dilatih untuk melakukan kontak terhadap manusia pada umur setidaknya sampai usia 7 minggu. Hal ini agar anak kucing yang akan dipelihara menjadi terbiasa dengan manusia dan juga agar anak kucing tidak menjadi agresif terhadap manusia.

6. Anak kucing juga perlu untuk diperdengarkan bunyi-bunyian dan juga perlu untuk dibiasakan bertemu dengan binatang lainnya.

Saat Tepat Anjing Divaksin
Saat Tepat Anjing Divaksin

dog vaccineMemelihara anjing merupakan suatu kesenangan tersendiri, apalagi bila kita mempunyai anjing kecil yang lucu. Tingkahnya terkadang membuat gemes sehingga terasa betah bila bermain bersama anjing kesayangan. Nah, untuk mendapatkan anjing yang prima, maka kesehatan anjing tersebut harus selalu dijaga. Beri selalu makanan dengan kandungan gizi yang cukup. Selain itu lakukanlah vaksinasi pada anjing kesayangan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga anjing tidak mudah terserang penyakit. Berikut ini contoh jadwal vaksinasi pada anjing yang bisa dipakai sebagai perkiraan dalam pemberian stimulan kekebalan.

Pemberian vaksinasi pada anjing dimulai pada usia 6 minggu atau 7 minggu. Hal ini berkaitan dengan adanya kekebalan turunan dari induk yang ditransfer secara maternal. Pada saat umur anjing mencapai 6 minggu, titer imunoglobulin dari induk sudah mulai menurun, dan tibalah saatnya untuk diberikan vaksinasi dari luar.

6-8 minggu :

  • Vaksinasi DP (Distemper dan Parvovirus)
  • Pemberian obat cacing

10-12 minggu :

  • Vaksinasi PiBr (Parainfluenza dan Bordetella)

14-16 minggu : 

  • Vaksinasi DHLPI (Distemper, Hepatitis, Leptospirosis dan Parvovirus)

20 minggu :

  • Vaksinasi DHLPII+R (Distemper, Hepatitis, Leptospirosis, Parvovirus dan Rabies)

Setelah vaksinasi diberikan maka titer antibodi baru akan tercapai maksimal setelah 14 hari. Oleh karenanya anjing yang baru menerima vaksinasi harus benar-benar diperhatikan pemeliharannya. Adapun hal-hal yang dapat dilakukan berhubungan dengan vaksinasi antara lain :

  • Anjing yang baru dibeli sebaiknya tidak langsung di vaksin, dan diadaptasikan dulu di rumah selama 1 minggu.
  • Setelah vaksinasi diberikan anjing sebaiknya tidak langsung dipindahkan ke lingkungan baru atau menempuh perjalanan yang jauh.
  • Anjing tidak dimandikan setelah diberikan vaksinasi. Untuk anak sebelum vaksinasinya lengkap sebaiknya tidak dimandikan dulu. Sementara dapat menggunakan dry shampoo yang dijual di toko keperluan hewan.
  • Sedapat mungkin kontak dengan anjing yang belum jelas status kesehatannya dicegah setelah vaksinasi, terutama 2 minggu pertama setelah vaksinasi.
  • Anjing sebaiknya ditempatkan pada lingkungan yang terhindar dari cuaca dingin/hujan.